Sejarah adalah sebuah bidang ilmu yang banyak dikembangkan di berbagai negeri oleh berbagai suku bangsa. Orang bergairah mencarinya. Orang kebanyakan atau orang awam ingin mengetahuinya. Orang-orang berpengetahuan dan orang yang kurang berpengetahuan dapat memahaminya. Ini karna dipermukaan sejarah tidak lebih dari dari pada informasi mengenai peristiwa politik, kerajaan dan kejadian pada masa lalu yang di sajikan dengan menarik…di pihak lain, sejarah dalam arti yang lebih dalam berkaitan dengan renungan dan ikhtiar mencari kebenaran, mencari penjelasan yang setepat mungkin tentang sebab-musabab dan asal-usul hal-hal yang ada, dan dengan pengetahuan yang dalam tentang kajian-kajian dari sisi bagaimana dan mengapanya. Sejarah, karena itu, berakar kuat dalam filsafat. Sejara, karena itu, patut di jadikan salah satu cabang filsafat (Ibn Khaldun 1967).
Dalam concise oxford dictionary edisi 1964, sejarah adalah catatan terus-menerus secara sistematis tentang kajian-kajian dalam masyrakat;kajian perkembangan negara;rangkaian kejadian yang berkaitan dengan negara, orang, benda, dan sebagainya atau bahkan sejarah dalam arti yang general “hanya lah peristiwa masa lalu yang sangat multi-interpretatif”. Penulisan sejarah lokal terutama desa sebagai ruang lingkup yang paling kecil dalam space struktur wilyah negara, sangat menarik untuk dikaji. Penulisan sejarah desa, hanya sedikit yang meneliti, penulisan sejarah desa menjadi isu yang sangat minim di tengah kegemaran penulisan sejarah nasional dan sejarah internasional. Saya kira desa dengan pelbagai ragam activitas masyarakatnya, baik yang bertani, berburuh, hingga menjadi pegawai pemerintahan. Desa menjadi sebuah isu yang sangat menarik dengan perubahannya (semi kota), atau bahkan desa yang notabennenya masyarakat seragam yang masih memili berburuh dan menjamu seperti suku-suku yang hingga hari ini masih mempertahankan identitasnya, atau yang sudah ada perubahan pola suku-suku yang ada di indonesia ini (asimilasi) dengan perbauran masyarakat kota—dengan ruang lingkup desa sebagai adsmistratif negara, saya kira suku-suku di Indonesia menjadi ciri khas tersendiri dalam kajian penulisan sejarah. Seperti suku Kubu atau suku Anak Dalam di Jambi, suku Baduwi di Banten, suku Dani, Asmat di Papua, suku Dayak di Kalimantan, suku Aru