Selasa, Juni 21, 2011

Anak Televisi

Setiap hari kami saksikan ke sadisan
Di luar logika,
Juga pertikaian yang tak selesai
Diiringi goyang bor patah-patah,
Gosip para selebriti
Serta gentayangan para hantu
Setiap jamnya

Kami larut dalam kisah cinta
Anak sekolah berseragam putih merah
Putih biru dan putih abu-abu
Sambil menertawakan si Yoyo, Cecep,
Sin Chan dan bidadari
Lalu sibuk mendukung bintang baru
Lewat SMS
Dari pagi sampai malam
Kami menghapal televisi
Kami karna kelicikan, darah,
goyangan, dan semua jenis hantu
sambil mendebukan buku-buku

di sekolah guru bertanya
tentang cita-cita
dan sambil menguap panjang
kami menjawab
kami ingin jadi orang
paling berguna bagi negeri ini
seperti yang pernah di nasihatkan
orang tua, guru, pejabat, politisi,
ulama, dan selebriti kami
di televisi.

(faiz)

Senin, Juni 20, 2011

Tepat pukul 1.31, "selamat tidur malam" engkau tidak sendiri, dingin, sunyi dan kelam masih menemanimu.
dan "selamat malam tidur" engkau tidak sendiri, mimpi-mimpi masih bercerita di beranda rumahmu
menanti siang kembali.




aku pun segera tidur hanya sekedar membantu menghabiskan usia
{azkan}

SURAT DARI IBU

Pergi ke dunia luas, anakku sayang
Pergi ke dunia bebas!
Selama angin masih angin buritan
Dan matahari pagi menyinar daun-daunan
Dalam rimba dan padang hijau
Pergi ke laut lepas, anakku sayang
Pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang
Dan warna senja belum kemerah-merahan
Menutup pintu waktu lampu

Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua
tiang-tiang akan kering sendiri
dan nakhoda sudah tahu pedoman
boleh engkau datang padaku!




Kembali pulang, anakku sayang
Kembali ke balik malam!
Jika kapalmu telah rapat
Kita akan bercerita
“tentang cinta dan hidupmu pagi hari”

(Asrul Sani)