Jumat, Juni 10, 2011

Openbaarheid In Koloniale Zaken 1800-1850

Een nieuwe periode
In 1798 droeg de VOC al haar bezittingen en schulden over aan de staat. Naderland maakte een periode van grote politieke veranderingen door. De bataafse republiek werd gesticht, maar kwam niet probleemloos van de grond. Oorlongen met engeland verlamden de handel. Ook indie werd meeges leept in die oorlog.
Generaal daendels is werd naar ‘den oost’ gezonden om de koloniale bezittengen tengen de engelsen te verdedigen. Naast de militaire verdediging reorganiseerde hij ook het binnenlands bestuur, waarbij de macht van de G.G. eerder versterk dan verzwakt werd. Na het interimbestuur van de engelsen, onder leiding van sir thomas reffles, werd indie in 1816 weer ovengedragen aan nederland.

Openbaarheid In Koloniale Zaken 1800-1850

Een nieuwe periode
In 1798 droeg de VOC al haar bezittingen en schulden over aan de staat. Naderland maakte een periode van grote politieke veranderingen door. De bataafse republiek werd gesticht, maar kwam niet probleemloos van de grond. Oorlongen met engeland verlamden de handel. Ook indie werd meeges leept in die oorlog.
Generaal daendels is werd naar ‘den oost’ gezonden om de koloniale bezittengen tengen de engelsen te verdedigen. Naast de militaire verdediging reorganiseerde hij ook het binnenlands bestuur, waarbij de macht van de G.G. eerder versterk dan verzwakt werd. Na het interimbestuur van de engelsen, onder leiding van sir thomas reffles, werd indie in 1816 weer ovengedragen aan nederland.

Kamis, Juni 09, 2011

Shakespeare

.
He's fallin', he's fallin'
He's on his knees before he's on his feet
A sinister romantic
Oh, he's about to be and she's about to see

Teaching torches to burn bright
She's hanging on the cheek of night
A snowy dove true ping with crows
He never saw true beauty till tonight

(Chorus):
She'll take him to the brink of deliverance
Show him that much
Oh, don't you know it
Oh, don't you know it
So he falls in love to feel that he's falling
She'll let him know his heart
Oh, don't you know it
Oh, don't you know it
That's Shakespeare in love



NEED YOU NOW

Picture perfect memories
Scattered all around the floor
Reaching for the phone 'cause
I can't fight it anymore

And I wonder if I
Ever cross your mind
For me it happens all the time

It's a quarter after one
I'm all alone
And I need you now
Said I wouldn't call
But I've lost all control
And I need you now

And I don't know how
I can do without
I just need you now




Rabu, Juni 08, 2011

MAK

Malam itu engkau tak tidur—pagi tadi engkau berkumur lumpur sawah dengan lintah yang mengerayang di kaki kriputmu, terik matahari dan darah tinggi seperti semilir angin yang datang diam-diam bagai tamu tak diundang. aku pun sesekali menjadi angin nyasar itu, angin-angin yang terbentur pohon-pohon riang yang sisanya menepis telingah tipismu. Tapi, engkau berdoa, memaaf, kami yang lahap dengan maaf itu.
Aku tak sanggup bercerita tentang siang-siangmu yang melelahkan hingga mengerihkan. Aku anakmu yang telah menjadi siang, dimana siang untuk manusia dan malam untuk tuhan—engkau lihat tuhan dari jendela jari-jarimu yang kasar. Aku anakmu tak pernah menanyakan kabarmu, cukup mendetingkan HP untuk mendengar deritamu, begitupun malam-malam yang kubuahkan dengan imajinasi kelamku. Bak itu, Mengapa engkau tidak menjadi malam? “Malam yang sunyi, malam yang tidur, malam yang kelam”. Pikirku dalam siang. Tapi engkau tidak seniat itu, dengan nada semeringah engkau berkata “malam adalah malam”, malam adalah tidur bagi mereka yang lelah bekerja, malam adalah kelam bagi mereka yang tak bersyukur, dan malam adalah sunyi bagi mereka yang tidak berbagi. “Mengapa engkau tak tidur?” tanyaku, lewat hati yang belum berujung, aku diam bersama malam yang kelam ini sambil memikir “apa yang menyebabkan engkau tak tidur”. Aku hanya mendengar jawaban itu dengan desas-desus air di malam yang tak tidur ini, terasa amat sangat kuat di telinga ini—detik jam pun seperti suara lonceng malam. Sunyinya malam memberikan separuh otoritas telinga untuk lebih actip mengawasi suasana malam yang tidur itu, Suara Air masih saja berdesas-desus di garang (bukan WC) lantang rumah. detik-detik jam terus berjalan—tak memberikan sekedip waktu untuk berhenti. Pukul 1.12 malam melalangbuanakan kakimu—menuju sajaddah bisu yang kau bentang menelentang alas kaki dengan kutu air berjamur di kanan dan kiri. -menyucikan dirimu dari berbagai egoisme diri hingga rasa balas budi



MENULIS

Menulis
Menulis
Menulis
Menulis


Menulis
Menulis
Menulis
Menulis


Menulis
Menulis
Menulis
Menulis


Menulis
Menulis
Menulis
Menulis



MEMBACA

Mengapa kita membaca? Karena dengan membaca, kita akan merasakan betapa kita
Sebenarnya tidak tahu apa-apa

Selasa, Juni 07, 2011

BUKU

Buku engkau membuatku tak kaku
Buku engkau membuatku tak beku
Buku engkau membuatku tak berliku
Buku engkau membuatku laku

Buku bukan aku meniru
Buku bukan aku menyuruh
Buku bukan aku bertaruh
Buku bukan aku merusuh




Buku engkau membuatku lepas

NAGASARI

Membuka kulit nagasari
Isinya bukan pisang madu
Tapi mayat anak gembala
Yang berseruling setiap senja



PUISI

SAJAK I

Seperti anggur ranum di pepohonan
Gemericiknya air pegunungan
Menghilangkan dahaga kerongkongan
Seperti tuanya apel
Merah bergayutnya di dahan
Begitulah sajak, bagiku

SAJAK II

Mengusik jiwaku
Desak mendesak
Resah di dalam

Menggugah ia
Jauh di dasar

Rasa yang kerdil
Hati yang gersang
Tersentuh lembut
Teramat ramahnya
Mesra di dada
Terjamah salamNya
Itulah sajak, bagiku

SAJAK III

Membakar semangat
Peluh keringat
Jiwa rakyat






Senin, Juni 06, 2011

TENTANG MENULIS SAJAK

Ingin aku menulis sajak
Sebab taufiq sudah membuat banyak
Ia bacakan di depan orang beramai-ramai
Sedang aku di sudut terhenyak

Bila aku menulis sajak
Mungkinkah sajak lahir dari kehendak
Sedang “ransang puitik itu”
Tak kunjung muncul dari ketiak

Kalau engkau menulis sajak
Mondar-mandirkah engkau di dalam kamar
Mereka-reka sekian lagak
Atau duduk diam tentang jendela
Sambil menghabiskan rokok satu pak?

Mungkinkah orang menulis sajak
Dari melawat ke banyak negeri
Sambil memili sejumlah nama
Sedang yang sajak tinggal mendesak?

Aku tak ingin menulis sajak
Mendengar musik atau menonton planetarium
Membuat dirku lebih beruntung
Di situ lantas aku berpikir
Sudah kutulis sebuah sajak

(Syu’bah Asa)

KWATRIN


PEREMPUAN ITU ADALAH IBUKU

Perempuan yang bernama kesabaran
Pabila malam menutup pintu-pintu rumah
Masih saja ia duduk menjaga
Anak-anak yang sedang gelisah dalam tidurnya

Perempuan itu adalah ibuku

Perempuan yang menangguhkan segalanya
Bagi impian-impian yang mendatang. Telah memaafkan
Setiap dosa dan kenakalan
Anak-anak sepenjang zaman

Perempuan itu adalah ibuku

Bagi siapa Tuhan menerbitkan
matahari surga. Bagi siapa Tuhan memberikan
singgasanaNya. Dan dengan segala ketulusan
ia membasuh setiap niat busuk anak-anaknya

Dia adalah ibu

(Arifin C. Noer)


YOGYA

Kuda tersipu dengan mata tertutup
Setiap kita adalah bertemu
Beban
Dan kemerdekaan

Kuda tersipu dengan mata tertutup
Setiap kita adalah berpisah
Penjuru
Dipacu salah

(Djajanto Supra)

SENANDUNG TAK BERNAMA


Minggu, Juni 05, 2011

agreements of faith

Watching the world
From our window of life
Can we see all there is
That is real
That is right
To the distance so far
From our true understanding
Making us want more
Making us see less


The fire
Making me clean
Making me fly
Spinning me 'round
Spinning me 'round


The fire within your eyes
This mystic time
I've known before
Once before
The flame within my heart
Agreements made
Are now realized
Like before

Speaking of worlds
Driven far far apart
How the (industry) innocence
Crushes the nature of things
To the point that we lose
All we're trying to gain
Making us want more
Making us see less


The fire
Making us clean
Making us fly
Spinning us 'round
Spinning us 'round


The fire within your eyes
This mystic time
I've known before
Once before
The flame within my heart
Agreements made
Are now realized
Like before


The fire
Making us clean
Making us fly
Spinning us 'round
Spinning us 'round


The (fire) flame
Making us clean (dream)
Making me fly
Spinning me 'round
Spinning me 'round


Agreements of Trust
Agreements of Faith
Agreements of Truth
Agreements of Love
Agreements of Liberty
Agreements set you free
(Kitaro)

WAKTU TERJADI GERHANA

Menjelang dinihari
malam yang pucat
di bawah bulan yang pucat
pelan-pelan menggelap.

Bayangan bumi
diam-diam
merayap
di wajah bulan
yang diam
karena pasti
pada saatnya
gerhana ‘kan berakhir.

Aku terdiam:
Apa gerangan
Yang diam-diam
Merayap dalam hatiku
Yang resah
Dalam diam
Karena tak pasti
Kapan saatnya
Gerhana berakhir?

(Ayatrohaedi)

‘A’