Kamis, Februari 03, 2011

BUAT H.J DAN P.G

Seperti sebuah makam yang tenang
dua leli paskah
di sematkan
pada marmar hitam

seperti kelebat jam yang datang
kupu-kupu putih
ke loteng legang

seperti sebuah bel yang riang
kabar itu datang ke ruang
telah kau ketok kawat,
"bapak, saya agak tiba terlambat"

maka aku berbisik hati-hati
kepada malaikat yang tiba pagi,
"hari ini aku
belum ingin mati"

sebab anakku
akan terbang ke mari
dari rumahnya yang jauh
di sebuah negeri yang teduh"

lalu kutunjuk potretmu:1985
ketika kau senyum
pada stang sepeda
di depan rumah azelea

dan malaikat itu tertawa
adakah yang lebih sakral,anakku,
pada potret-potret lama
kecuali tempat yang kita kenal
saat-saat yang tak pernah baka?

1990.
Goenawan Mohamad