Tuhan telah ku bunuh
Jantungnya ku tusuk dengan akal kebebasan
Lalu abunya kubuang ke sungai Shindu
Kini sungai telah menjadi suci, kurawat sepenuh hati.
Tuhan telah kubunuh
Ku lepaskan surga dan neraka
Tuk mencari jalan tengah
Aku lepaskan diriku dari diriku
Aku tak lagi bertuan, akan tetapi.
Aku menuan-nuankan
Tuhan telah kubunuh
Aku nihil ruang dan waktu
Aku tak lagi benar salah
Aku adalah tuhan ke-kosongan
Tuhan ke-munafikan
Tuhaan ke-rakusan
Tuhan ke-laparan
Tuhan telah kubunuh
Kini hanya ada dia dan aku
Dia menjajah;aku tertawa
Aku tak lagi berhati
Karna jantung tak berpungsi
Aku telah mati
Tuhan hidup kembali
Kamis, Desember 09, 2010
eksistensi--yang kosong
Aku adalah malam-malam yang dingin
Menusuk sendi-sendi kulit yang berlilit bulu roma yang bungkuk
Aku Adalah dingin malam
Banyangan ku membulat
Tak ada pangkal dan ujung
Sunyi gelap makin merayap-rayap
Lilin-lilin kecil memberikan nafas baru yang tak lama
Sinarnya terbatas antara kursi dan meja
Antara pangkal ujung yang terjamah
Aku adalah dingin malam
Lawan-lawan berbaris di pelipis mata
Memaksa dingin malam tuk pulang ke-rumah
Aku adalah dingin malam
Menonton pelajur dengan gincu membiur
Ia bersetubuh dengan ku—menutupi
Lendir-lendir banjir kehidupan
Aku adalah dingin malam
hanya mampu menikmati ketidak mampuan sejarah
Melawan kata-kata dunia; yang tak bermakna
Aku adalah dingin malam
Malam adalah aku yang dingin
Aku adalah satu kesatuan
Aku adalah malam yang dingin.
Menusuk sendi-sendi kulit yang berlilit bulu roma yang bungkuk
Aku Adalah dingin malam
Banyangan ku membulat
Tak ada pangkal dan ujung
Sunyi gelap makin merayap-rayap
Lilin-lilin kecil memberikan nafas baru yang tak lama
Sinarnya terbatas antara kursi dan meja
Antara pangkal ujung yang terjamah
Aku adalah dingin malam
Lawan-lawan berbaris di pelipis mata
Memaksa dingin malam tuk pulang ke-rumah
Aku adalah dingin malam
Menonton pelajur dengan gincu membiur
Ia bersetubuh dengan ku—menutupi
Lendir-lendir banjir kehidupan
Aku adalah dingin malam
hanya mampu menikmati ketidak mampuan sejarah
Melawan kata-kata dunia; yang tak bermakna
Aku adalah dingin malam
Malam adalah aku yang dingin
Aku adalah satu kesatuan
Aku adalah malam yang dingin.
Meresap
Sayab-sayab Jibril
Hembuskan angin cintaku
Menelusung kerudung keimanan
Patahkan antagonisme cintanya
Letakkan detak jantungku di pori-pori hatinya
Aku ingin meresapi kehampaan hidupnya
Bak hujan menusuk bumi
Menikam ketandusan jiwa yang sepi
Kearifan punjak yang ku nanti.
Hembuskan angin cintaku
Menelusung kerudung keimanan
Patahkan antagonisme cintanya
Letakkan detak jantungku di pori-pori hatinya
Aku ingin meresapi kehampaan hidupnya
Bak hujan menusuk bumi
Menikam ketandusan jiwa yang sepi
Kearifan punjak yang ku nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)