Seperti sebuah makam yang tenang
dua leli paskah
di sematkan
pada marmar hitam
seperti kelebat jam yang datang
kupu-kupu putih
ke loteng legang
seperti sebuah bel yang riang
kabar itu datang ke ruang
telah kau ketok kawat,
"bapak, saya agak tiba terlambat"
maka aku berbisik hati-hati
kepada malaikat yang tiba pagi,
"hari ini aku
belum ingin mati"
sebab anakku
akan terbang ke mari
dari rumahnya yang jauh
di sebuah negeri yang teduh"
lalu kutunjuk potretmu:1985
ketika kau senyum
pada stang sepeda
di depan rumah azelea
dan malaikat itu tertawa
adakah yang lebih sakral,anakku,
pada potret-potret lama
kecuali tempat yang kita kenal
saat-saat yang tak pernah baka?
1990.
Goenawan Mohamad
Tidak ada komentar:
Posting Komentar