Senin, Februari 14, 2011

PUTRI TANGGUK

Negeri kecil bernama Bunga Tanjung terletak dalam kecamatan danau kerinci.Pada zaman dahulu kala,tinggal disitu seorang perempuan bernama Putri Tangguk.Putri itu sudah bersuami dan dan beranak tujuh orang.Dia bernama Putri Tangguk karena keajaiban yang ada pada dirinya,yakni memiliki sawah hanya seluas tangguk (alat penangkap ikan kira-kira seluas tampah penampi beras).Walaupun demikian,jika dipanen hasil sawah itu banyak sekali.Setiap Putri Tangguk habis menuai padi di sawahnya itu dan meletakkan padinya kedalam ambung (seperti bakul,diletakkan dipunggung dan talinya diletakkan di kepala/ ubun-ubun),padi disawah itu muncul lagi dan menguning masak,dituai lagi muncul lagi,dan begitu seterusnya.Tujuh lumbung padi yang besar-besar sudah penuh padi,hasil ketekunan Putri Tangguk yang bekerja siang malam.Akan tetapi kesibukannya itu telah membuat Putri Tangguk tidak sempat melakukan pekerjaan lain.lupa mandi sampai dakinya biasa dikerok dengan sendok. lupa bersilaturahmi dengan tetangga,dan lupa mengurus anak-anak mereka yang tujuh orang.
Suatu malam,Putru Tangguk berkata pada suaminya,ketika anak-anaksudah tidur,” Kak aku sudah capek menuai padi untuk mengisi lumbung.Anak-anak tidak sempat kita urus,dan dengan tetangga kita seperti terkucil.”
“Jadi bagaimana maksudmu Dinda?” kata si suami.
“Begini Kak. Besik pagi,aku bermaksud memenuhi lumbung kita yang ketujuh itu.”
“Baiklah.besok anak –anak kita ajak membantu.” Jawab suaminya malam itu.
Setelah itu mereka diam sampau tertidur.kebetulan malam itu hujan sangat deras,hujan itu baru berhentu pagi hari setelah beduk subuh.
Putri Tangguk pagi itu berangkat kesawahnya yang Cuma seluas Tangguk bersama suami dan ketujuh orang anaknya.Meskipun mereka berjalan sangat hati-hati,Putri Tangguk terpeleset juga,dia terjatuh dan marah seorang diri.
“Jalan kurang ajar. Biarlah, nanti padi-padi yang kutuai ku serakkan disini sebagai pengantu pasir agar engkau tak licin lagi,”Katanya.
Apa yang diucapkan itu benar-benar dilaksanakannya. hampir semua hasil tuaiannya diserakkan dijalan yang licin itu.sampai jalan itu tidak licin lagi.Hanya sedikit padi yang dibawa pulang dan dimasukkan kedalam lumbung.Benar juga sejak hari itu Putri tangguk tidak pernah lagi pergi kesawah,tidak pernak peduli lagi pada sawahnya yang sebesar Tangguk itu.Sebagai pengisi waktu sehari-hari,Putri tangguk menenun kain. Putri tangguk membuat baju untuk dirinya sendiri anak-anaknya dan untuk suaminya.

Pada suatu hari,ketika asyik bekerja menenun, Putri tangguk lupa memasak di dapur.sampai larut malam, anak-anaknya tertudur semua.Putri tangguk ikut tertidur pula.
Malam harinya,anaknya yang bungsu terbangun.anak itu kelaparan.anak itu berhasil di bujuk dan tertidir lagi,begitu seterusnya secara bergiliran. Namun ketika anaknya yang sulung terbangun.dan minta makan.Putri tangguk bukan membujuk melainkan marah.
‘Kau sudah besar jangan seperti adik-adikmu juga,minta dilayani Emak semua,cari sendiri nasi dalam periuk didapur,kalau tidak ada,ambik beras dikaleng dan masak sendiri,kalau beras dalam kaleng habis ambil di dalam lumbung dan tumbuk sendiri”.
Karena lapar anaknya menuruti kata-kata Putri tangguk,akan tetapi nasi tidak ada,beras juga tudak ada,sedangkan dia malas kelumbung padi.
“Mak , mak.nasi tidak ada,beras pun tidak ada.tolonglah mak tumbukkan dan tampikan padi.
“Aneh. Tadi kuingat masih ada nasi kemarin dalam periuk,masih ada pula beras untuk dua kali bertanak.ada apa pula pencuri masuk? Sudahlah, Tahan saja lapar sampai besok pagi.aku malas menumbuk dan menampi padi malam-malam begini.tidak pantas didengar tetangga,padi-padi pun marah diperlakukan seperti itu.
Sehabis berkata demikian, Putri Tangguk tertidur kagi sebab badannya benar-benar letih karena menenun seharian penuh.anak sulungnya itu juga tertidur.
Keesokan harinya, Matahari bersinar terang dari balik Gunung Kerinci.Suami Putri tangguk membuka lumbung untuk menjemur padi,dan ternganga melihat lumbungnya kosong.Putri tangguk masih punya harapan.Sawahnya adalah gudang padi, Putri Tangguk menarik tangan suaminya dan mereka berlari ke sawah.Sampai di sawah,Putri tangguk sedih dan kecewa.jangankan ada padinya,batang padinya saja tidak ada.yang ada hanay rumput tebal,menutup sawah seluas Tangguk itu.Putri tangguk bersama suaminya pulang kerumah, kakinya terasa berat melangkah, Dalam hatinya, Putri tangguk mencoba merenungi sikap dan perbuatannya selama ini.teringat lah di banhwa dia menganggap bahwa padi itu hanya pasir yang diserakkan dijalan becek agar tidak licin.
“Itulah kesalahanku sampai datang kutukan ini.
“Putri tangguk hanya berkata dalam hati,suaminya tidak tahu. Lalu, pada malam harinya,Putri Tangguk dalam tidurnya bermimpi.Seorang tua menemuinya dan berkata. “Putri tangguk,tepat benar namamu itu ya. Punya sawah selias Tangguk, tapi kalu dipanen padinya bisa mengisi dasar Danau Kerinci sampai kelangit, Sayang, engkau pernah meremehkan padi-padi itu Putri tangguk. Kau serakkan padi-padi itu seperti pasir untuk pelapis jalan licin. Tahukah kau Putri tangguk. Padi yang kau serakkan itu ada setangkai padi hitam? Itu raja kami. Kalau hanya kami yang klau perlakukan seperti itu tidak apalah. Tetapi karena raja kami yang kau perlakukan seperti itu, kami semua marah. Kami tidak akan dating kesini lagi. Masa depanmu Putri tangguk akan sengsara. Anak cucumu akan sengsara. Rezekimu hanya seperti ayam.hasil kerja sehari habis untuk makan sehari. Tidak makan kalau tidak kerja dulu, seperti ayam mengais dulu baru makan. . .”
Orang tua dalam mimpi Putri tangguk kemudian menghilang. Ketika Putri tangguk bangun tidur,hari sudah siang.Ingat mimpinya semalam, ingat nasib yang akan dijalaninya, ingat perbuatan yang sombong menerakkan padi, hatinya sedih .Putri tangguk hanya menangis seorang diri. Ia sangat menyesal.

Tidak ada komentar: