Rabu, Februari 09, 2011
gosh is life
Conflik horizontal idiology yang terjadi dalam satu dasawarsa terakhir ini, yang mengakibatkan kematian segelintiran orang;seakan menjadi hal yang lumrah. Kasus monas, priuk dan temenggung adalah contoh yang berulang kali terjadi di negeri ini seakan menjadi tongkat estapet yang tak berujung. Minimnya pengetahuan terhadap islam itu sendiri menjadikan seseorang malaikat pencabut nyawa. Reagamaisasi dalam konteks indoktrinasi masyarakat, seharusnya merupakan peran “ulama” yang mesti menjelaskan dogma atau dogrin sesuai subtansi islam yang selama ini digambarkan rosulullah.
Selasa, Februari 08, 2011
Bukankah kita adalah botol yang kosong
Yang selalu berbicara masa depan
Ataukah kita botol kosong
Yang terjebak di masa lalu
Lalu kita adalah botol kosong
Yang hidup di dunia saat ini.
Botol kosong memerlukan “imajinatif diri” untuk mengingat
Ke depan dan ke belakang
Dan kita mengisi botol kosong itu
Dengan kekosongan diri kita sendiri
Kita lumpuh terhadap masa depan dan masa lalu
Sehingga kita nyaman dengan ketidak “bergera-an waktu”
Saat ini dan disini
Yang bukan masa lalu dan masa depan
Aku menuliskan diriku pada
Masa lalu, saat ini, dan masa depan.
Yang selalu berbicara masa depan
Ataukah kita botol kosong
Yang terjebak di masa lalu
Lalu kita adalah botol kosong
Yang hidup di dunia saat ini.
Botol kosong memerlukan “imajinatif diri” untuk mengingat
Ke depan dan ke belakang
Dan kita mengisi botol kosong itu
Dengan kekosongan diri kita sendiri
Kita lumpuh terhadap masa depan dan masa lalu
Sehingga kita nyaman dengan ketidak “bergera-an waktu”
Saat ini dan disini
Yang bukan masa lalu dan masa depan
Aku menuliskan diriku pada
Masa lalu, saat ini, dan masa depan.
Kamis, Februari 03, 2011
BUAT H.J DAN P.G
Seperti sebuah makam yang tenang
dua leli paskah
di sematkan
pada marmar hitam
seperti kelebat jam yang datang
kupu-kupu putih
ke loteng legang
seperti sebuah bel yang riang
kabar itu datang ke ruang
telah kau ketok kawat,
"bapak, saya agak tiba terlambat"
maka aku berbisik hati-hati
kepada malaikat yang tiba pagi,
"hari ini aku
belum ingin mati"
sebab anakku
akan terbang ke mari
dari rumahnya yang jauh
di sebuah negeri yang teduh"
lalu kutunjuk potretmu:1985
ketika kau senyum
pada stang sepeda
di depan rumah azelea
dan malaikat itu tertawa
adakah yang lebih sakral,anakku,
pada potret-potret lama
kecuali tempat yang kita kenal
saat-saat yang tak pernah baka?
1990.
Goenawan Mohamad
dua leli paskah
di sematkan
pada marmar hitam
seperti kelebat jam yang datang
kupu-kupu putih
ke loteng legang
seperti sebuah bel yang riang
kabar itu datang ke ruang
telah kau ketok kawat,
"bapak, saya agak tiba terlambat"
maka aku berbisik hati-hati
kepada malaikat yang tiba pagi,
"hari ini aku
belum ingin mati"
sebab anakku
akan terbang ke mari
dari rumahnya yang jauh
di sebuah negeri yang teduh"
lalu kutunjuk potretmu:1985
ketika kau senyum
pada stang sepeda
di depan rumah azelea
dan malaikat itu tertawa
adakah yang lebih sakral,anakku,
pada potret-potret lama
kecuali tempat yang kita kenal
saat-saat yang tak pernah baka?
1990.
Goenawan Mohamad
Minggu, Januari 30, 2011
Senin, Januari 24, 2011
Black Burning heart
Coba engkau tengok celotehannya malam ini
Masih saja berbicara dengan nada rendah
Sekelumit rahasia yang tak akan kau jumpa
Virus-virus yang tak terbaca
Tetapi terasa ada
Masih saja berbicara dengan nada rendah
Sekelumit rahasia yang tak akan kau jumpa
Virus-virus yang tak terbaca
Tetapi terasa ada
again N again
sisi-sisi gelap telah tertangkap
Maaf, maaf, yang kau ucap
Engkau telah terawasi
Sorry,sorry yang kau beri
Ketiga ucapan terima kasih
Sampai nanti
Maaf, maaf, yang kau ucap
Engkau telah terawasi
Sorry,sorry yang kau beri
Ketiga ucapan terima kasih
Sampai nanti
love is the end
O, o, o, wanita yang ku puja membaut derita di tangkai hati
Ia sedang tak mengerti arti sakit hati
Mungkin ia akan mengalaminya nanti.
Kanan dan kiri itu pasti. O, o, o.
Otak hanya bergerak di lingkaran kecil. O, o, o.
Cinta yang sedang panas terus ku compres dengan es
Suhu hati semakin rendah, hanya darah yang marah
O, o, o. Ternyata sudah bisa tanpa ia
Kendati sedikit mengkait hati ku coba untuk mengerti
Proses akan beres. O, o, o.
Ia sedang tak mengerti arti sakit hati
Mungkin ia akan mengalaminya nanti.
Kanan dan kiri itu pasti. O, o, o.
Otak hanya bergerak di lingkaran kecil. O, o, o.
Cinta yang sedang panas terus ku compres dengan es
Suhu hati semakin rendah, hanya darah yang marah
O, o, o. Ternyata sudah bisa tanpa ia
Kendati sedikit mengkait hati ku coba untuk mengerti
Proses akan beres. O, o, o.
Langganan:
Postingan (Atom)
