Seperti sebuah makam yang tenang
dua leli paskah
di sematkan
pada marmar hitam
seperti kelebat jam yang datang
kupu-kupu putih
ke loteng legang
seperti sebuah bel yang riang
kabar itu datang ke ruang
telah kau ketok kawat,
"bapak, saya agak tiba terlambat"
maka aku berbisik hati-hati
kepada malaikat yang tiba pagi,
"hari ini aku
belum ingin mati"
sebab anakku
akan terbang ke mari
dari rumahnya yang jauh
di sebuah negeri yang teduh"
lalu kutunjuk potretmu:1985
ketika kau senyum
pada stang sepeda
di depan rumah azelea
dan malaikat itu tertawa
adakah yang lebih sakral,anakku,
pada potret-potret lama
kecuali tempat yang kita kenal
saat-saat yang tak pernah baka?
1990.
Goenawan Mohamad
Kamis, Februari 03, 2011
Minggu, Januari 30, 2011
Senin, Januari 24, 2011
Black Burning heart
Coba engkau tengok celotehannya malam ini
Masih saja berbicara dengan nada rendah
Sekelumit rahasia yang tak akan kau jumpa
Virus-virus yang tak terbaca
Tetapi terasa ada
Masih saja berbicara dengan nada rendah
Sekelumit rahasia yang tak akan kau jumpa
Virus-virus yang tak terbaca
Tetapi terasa ada
again N again
sisi-sisi gelap telah tertangkap
Maaf, maaf, yang kau ucap
Engkau telah terawasi
Sorry,sorry yang kau beri
Ketiga ucapan terima kasih
Sampai nanti
Maaf, maaf, yang kau ucap
Engkau telah terawasi
Sorry,sorry yang kau beri
Ketiga ucapan terima kasih
Sampai nanti
love is the end
O, o, o, wanita yang ku puja membaut derita di tangkai hati
Ia sedang tak mengerti arti sakit hati
Mungkin ia akan mengalaminya nanti.
Kanan dan kiri itu pasti. O, o, o.
Otak hanya bergerak di lingkaran kecil. O, o, o.
Cinta yang sedang panas terus ku compres dengan es
Suhu hati semakin rendah, hanya darah yang marah
O, o, o. Ternyata sudah bisa tanpa ia
Kendati sedikit mengkait hati ku coba untuk mengerti
Proses akan beres. O, o, o.
Ia sedang tak mengerti arti sakit hati
Mungkin ia akan mengalaminya nanti.
Kanan dan kiri itu pasti. O, o, o.
Otak hanya bergerak di lingkaran kecil. O, o, o.
Cinta yang sedang panas terus ku compres dengan es
Suhu hati semakin rendah, hanya darah yang marah
O, o, o. Ternyata sudah bisa tanpa ia
Kendati sedikit mengkait hati ku coba untuk mengerti
Proses akan beres. O, o, o.
Rabu, Januari 12, 2011
lovi-i
LOVE—yang memenuhi kekosongan hidup—menjadi bermakna, inposible (amungkin) menjadi posible adalah hal acap kali yang mutualisme. Love menerawang dari setiap organ tubuh (anatomi) memberikan imajinasi yang tak berpuncak—untuk menyirami tanah yang tandus yang tak terbungkus dan berbungkus.
came on
kita telah memasuki babak baru; bagaimana kita bersikap dan berprilaku terhadap kehidupan-kemanusiaan. Pilihan itu menempatkan kita—sebagai manusia yang tak monoton di bumi ini. Pilihan memberikan jawaban atas kekosongan waktu yang lelah bertengkar dengan diri sendiri, kebingungan dunia yang memberikan dualitas ini—hendaknya kita legitimasi dengan kapasitas kemampuan pengalaman dan intelektual diri.
Langganan:
Postingan (Atom)

