Sabtu, Oktober 22, 2011

MENUNGGU MATAHARI

Ia pun pergi ke laut lepas
karna matahari tak mengkiblat
satu jam lagi menunggu tenggelamnya
ia berjalan, di pesisir angin-angin laut;ombak berulangkali berkaki.

Pasir seperti kertas putih sore itu
Ia tulis dan ia lukislah ia
cerita dan sketsa


ia mulai mengerayangi tubuh-tubuh sepimu
berbisik lirih lah ia.
berbunyi lah menulis
berbunyi lah tentang:
“Seorang anak gelandangan yang mendapatkan sebungkus roti dari seorang nenek gelandangan persis.
Anak itu dengan cepat memotong roti menjadi dua bagian.
Bagian pertama, langsung dimakan.
Bagian kedua, disimpan.
“Mengapa disimpan, rotinya nak”? tanya nenek, “ aku takut
lapar lagi, jika ku habiskan roti ini”, berbalas.

berbunyi lah melukis
melukis lah tentang: Wiraha, Gejare, Majids, hingga Rapu. Mereka sudah lama
sekali berteman, bahkan sebelum ia lahir. Kini,


Matahari telah pergi, ombak pun menutup menulis-melukis
Seakan tak ridho
Ia pun menunggu matahari
Datang lagi.

Tidak ada komentar: