Tidak di sana, tidak di sini, persoalan agama bisa menjadi sensitif. Kali ini yang datang melapor kecopetan benar-benar dari Belanda, seorang wanita, pekerjaannya sebagai lawyer.
Tugas saya memang hanya menerjemahkan baik pertayaan maupun jawaban. Soal nama, umur, pekerjaan, alamat, tak ada masalah. Tapi pas saat menjawab kolom agama, terjadi kesulitan. Karena, nona Belanda ini bersikeras, ia tak punya agama.
“ ini prosedur biasa,” saya mencoba mengatakan dengan hati-hati. “ Nona ‘kan lawyer, saya kira sama saja di Belanda atau di sini.”
“Tulis saja saya tak punya agama”
Petugas yang memeriksa menggelengkan kepala.
Jalan bisa buntu.
“Begini saja, keluarga nona agamanya apa?”
Ia tetap keberatan.
Ini bisa repot. Soalnya, tanya jawab mengenai urutan peristiwa sendiri masih bisa panjang.
Akhirnya, “ Nona Belanda” mengatakan, silakan tulis apa saja di kolom agama, tetapi bukan karena ia yang mengatakan begitu
Hikmah:
Agama tidak untuk menambah beban atau persoalan, baik dalam ajaran maupun praktek.
Tugas saya memang hanya menerjemahkan baik pertayaan maupun jawaban. Soal nama, umur, pekerjaan, alamat, tak ada masalah. Tapi pas saat menjawab kolom agama, terjadi kesulitan. Karena, nona Belanda ini bersikeras, ia tak punya agama.
“ ini prosedur biasa,” saya mencoba mengatakan dengan hati-hati. “ Nona ‘kan lawyer, saya kira sama saja di Belanda atau di sini.”
“Tulis saja saya tak punya agama”
Petugas yang memeriksa menggelengkan kepala.
Jalan bisa buntu.
“Begini saja, keluarga nona agamanya apa?”
Ia tetap keberatan.
Ini bisa repot. Soalnya, tanya jawab mengenai urutan peristiwa sendiri masih bisa panjang.
Akhirnya, “ Nona Belanda” mengatakan, silakan tulis apa saja di kolom agama, tetapi bukan karena ia yang mengatakan begitu
Hikmah:
Agama tidak untuk menambah beban atau persoalan, baik dalam ajaran maupun praktek.

1 komentar:
agama bukan tukang jagal. ia seperti bunga melati yang tumbuh di depan pekaranganmu, atau kupu-kupu yang beterbangan di balairung rumahmu.
Posting Komentar